Selasa, 04 November 2014

01.48
FPI TOLAK AHOK
FPI adalah organisasi yang paling rajin mempropagandakan penolakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dalam penolakan tersebut mereka menggelar demo di bundaran HI dan kantor DPRD DKI Jakarta. Mereka menuntut agar pelantikan Ahok dibatalkan.

Untuk melakukan aksinya mereka bergabung dari berbagai organisasi seperti, Habaib, Kiai, Ormas Islam, Ormas Betawi, Pondok Pesantren, Majelis Ta’lim, Mahasiswa dan toko masyarakat lainnya.


Melihat penjelasan diatas tentunya kita bisa merenungkan mengapa dan kenapa Ahok ditolak ?

FPI menolak Ahok karena dia merupakan orang non Muslim, pada hal di dalam UUD 1945 tidak ada yang mengatur bahwa seorang Gubernur harus orang muslim. Bila demikian, dimana letak keadilan negara indonesia? Bukankah negara indonesia dikatakan sebagai negara yang menjunjung tinggi Hak dan Kewajiban.

Hal yang dilakuka FPI bisa dikategorikan menyinggung Suku Agama dan Ras yang sangat sensitif dan berpotensi memecah belahkan indonesia. Ini sudah termaksut pelanggaran Undang-undang yang mengatur tentang SARA yakni; Pasal 157 Ayat 1 yang berbunyi “barang siapa yang menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan tulisan atau tulisan dimuka umum yang isinya mengandung pernyataan perasaan permusuhan, kebencian. Atau merendahkan diantara atau terhadap golongan rakyat indonesia, dengan maksut supaya isisnyadiketahui oleh umum, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun enam bulan”.

Saya rasa, hukum sudah saatnya ditagaskan agar elemen bangsa tidak berbuat sekehendak hatinya. Bangsa ini butuh ketenangan dan kedamaian. Kalau semua organisasi ngotot menuntut aspirasinya yang bertentangan dengan undang-undang tidak dilakukan tindakan ini akan berbahaya dan bsa menjadi bomwaktu suatu saat nanti.Embrio-embrion perpecahan akan semakin membesar,dan jika pemerintah tidak tegas akan bisa menimbulkan perang saudara yang tentu sangat tidak diinginkan oleh semuanya, kecuali mereka yang memelihara semangat sektarian.

Ketegasan Ahok dalam hal ini diperlukan agar sentimen SARA tidak terus menerus dibiarkan. Pembiaran pelanggaran hukum selama ini telah melahirkan konflik yang sulit memdamkannya.Kita sudah merasakan sendiri semenjak kampanye Pilpres yang penuh dengan pelanggaran dan setimen SARA telah menyebabkankubu yang kalah tidak bisa menerima kekalahan dengan legowo.Sentimen SARA punya andil yang besar di dalamnya.Untuk janji Ahok yang akan bertindak tegas jika FPI bermain-maindengan SARA patut didukung. Ini semua demi kerukunan dan keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara.

Sudah saatnya kesadaran akan kemajemukan mendapat perhatian yang lebih. Kita sebagai Warga Negara Indonesia harus punya kesadaran sendiri sebagai umat yang beragama. Walaupun dalam agama kita telah ditetapkan hukum setiap agama, namun negara kita adalah negara yang diatur undang- undang dengan dasat negara Pancasila. (sl)

0 komentar:

Posting Komentar